Memupus Dahaga Hiburan Dengan Nasyid
Jagalah hati, Jangan kau kotori
Jagalah hati, Lentera hidup ini
Jagalah hati, Jangan kau nodai
Jagalah hati, Cahaya Ilahi
Bait syair nasyid tersebut terdengar syahdu dan menyayat hati. Tanpa dikomando ribuan penonton pun serempak mengikuti lagu yang dinyanyikan grup nasyid Snada. Tangan para penonton ikut bergerak-gerak ke depan dan ke dada seperti yang dilakukan Snada di atas panggung. Gambaran tersebut merupakan bagian dari suasana saat pagelaran konser nasyid di Gedung Merdeka Kota Sukabumi. Sedikitnya lima ribu penonton yang terdiri dari ikhwan dan akhwat, mulai dari anak-anak hingga setengah baya, tetap bertahan memenuhi ruangan tersebut sejak pukul 09.00 WIB hingga menjelang adzan dzuhur berkumandang.
Acara yang bertemakan 'Jenih Hati dengan Senandung Islami' seakan-akan membius penonton hanyut dalam renungan nilai-nilai Ilahiah. Selain itu, dengan suguhan performance panggung 'Snada' yang kocak membuat para penonton juga terlihat bergembira. ''Kami sengaja menggelar acara ini dalam rangka menyambut tahun baru 2004,'' ujar Panitia Pengarah Live Konser Snada, Mukhlis Yusuf kepada Republika.
Namun, lanjut dia, pagelaran kali ini sangat berbeda dengan konser-konser musik yang biasa digelar di Kota Sukabumi, yang lebih dominan kepada aspek hura-hura dan pesta. Mukhlis mengatakan, dengan pagelaran nasyid tersebut, pihaknya ingin mengedepankan konsep hiburan yang tidak jauh dengan nilai-nilai yang diberikan sang Pencipta.
''Lagian konser-konser nasyid seperti ini kan sangat jarang digelar di Sukabumi. Oleh sebab itu kami ingin menghapuskan dahaga masyarakat muslimin Sukabumi terhadap hiburan senandung islami,'' ungkapnya.
Senandung nasyid, sambung Mukhlis, merupakan hiburan alternatif yang lagi ngetren di kalangan muslimin. ''Kami sangat bersyukur ternyata respon masyarakat Sukabumi terhadap pagelaran nasyid ini sungguh luar biasa,'' ungkapnya.
Undangan beserta infak yang disebarkan, kata dia, mencapai sekitar 5.000 buah. Artinya, kata dia, yang ikut menonton pagelaran tersebut mencapai angka tersebut. Selain itu, pagelaran nasyid ini memiliki risiko yang kecil dari aspek keamanan. ''Ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan konser-konser lainnya. Selalu identik dengan keributan,'' ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memberikan ijin. '' Kami juga sangat berterima kasih kepada pemerintah Kota Sukabumi yang mendukung diselenggarakannnya acara ini,'' ungkapnya.
Pihaknya menilai acara tersebut selaras dengan paradigma surgawi yang dikembangkan Kota Sukabumi. Salah seorang pengunjung, Asti Srimulyanti, berdecak kagum melihat penampilan grup Snada di panggung. '' Asyik sekali bisa menonton konser nasyid seperti ini,'' ungkapnya.
Selain bisa menikmati senandung lagu, dirinya juga bisa mendapatkan pelajaran dari syair-syairnya. Konser nasyid, sambung Asti, perlu mendapat perhatian besar dari semua elemen muslim di Sukabumi. Pasalnya, sangat jarang acara semacam tersebut digelar di Sukabumi.'' Selama ini banyak konser yang menurut saya tidak terlepas dari kemaksiatan. Selain itu, konser-konsernya juga sangat dekat dengan keributan,'' ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan juga oleh Husni Mubarok. Menurut dia, teman-temannya merasa sangat bersykur bisa menonton konser nasyid tersebut. Selain mendapatkan hiburan, konser tersebut telah memupuskan dahaga keriduan terhadap musik Islami.'' Kami mersa dipuaskan dengan konser seperti ini,'' ujarnya.
Pihaknya berharap, acara seperti itu bisa digelar secara kontinyu dan ditingkatkan sehingga membantu perkembangan nasyid di Kota Sukabumi. Nasyid, sambung Husni, sudah tidak asing lagi di telinga kaum muslimin. Oleh sebab itu, kata dia, di kota yang mayoritas muslimin ini perkembangan nasyid bisa tumbuh dengan pesat. '' Hiburan ini tidak akan menjadikan penyukanya jauh dari Allah SWT, bahkan akan menjadi sebaliknya,'' katanya menegaskan.
0 komentar: